ETF Indonesia : Mencari Alpha

Alasan yang saya sering dengar kenapa investor atau trader masih enggan investasi atau trading menggunakan ETF adalah karena dia ingin mengalahkan pasar, bukan mengikuti pasar.  Bahasa teknisnya, dia adalah alpha investor, bukan beta investor.

Beta investor beranggapan  bahwa return pasar (IHSG) sudah cukup, apa lagi pasar di emerging market seperti Indonesia.  Fakta juga menunjukkan sulit  bagi investor untuk terus menerus, atau secara konsisten mengalahkan pasar .

Sedangkan alpha investor beranggapan bahwa pasar bisa ditaklukkan, terutama di pasar yang masih belum efisien seperti pasar saham Indonesia (IHSG).  Jadi mereka selalu berusaha untuk mendapatkan return diatas pasar (alpha).  (Lihat Reksadana Indeks).

Rupanya masih banyak investor yang belum mengetahui bahwa ETF, seperti saham, bisa digunakan untuk mencari alpha. Dan ini banyak dilakukan oleh fund manager asing.

Seperti kita ketahui, untuk mencari alpha, ada 2 cara: dengan seleksi  saham atau dengan trading.

Untuk mencari alpha dengan mnggunakan ETF, metode kedua yang paling banyak digunakan, yaitu trading ETF.

Sekedar contoh, seandainya investor trading ETF=LQ45 dg tiker R-LQ45X, menggunakan sistem Exponential Moving Average (EMA) Crossing yang sederhana, dengan algoritma:

  1. Beli (long)  pada saat EMA1 diatas EMA2.
  2. Jual untuk likuidasi posisi (kalau ada) pada saat EMA1 dibawah EMA2, take profit atau cut loss, pokoknya posisi yang ada dilikuidasi.
  3. Dan seterusnya berulang-ulang.
  4. Dengan koefisien parameter EMA1 = 0,3; EMA2 = 0,5.

Maka untuk periode YTD (year to date) sampai 29 November 2012, investor akan mendapatkan return net 14%. Lebih baik dari LQ45 Indeks yang hanya naik 9,7% di periode yang sama. Atau alpha sama dengan 4,3%.Sedangkan banyak fund2  besar ,di periode yang sama,malah mendapatkan negative alpha karena returnnya dibawah indeks LQ45.

Jadi lumayan bukan?  Dengan risiko relatif terkendali, karena portofolio ETF sudah terdiversifikasi, investor bisa dapat alpha juga. 

Selain R-LQ45X, tentunya investor juga bisa mencoba ETF yang lain dengan tiker XIIT, ETF berbasis indeks IDX30.

Selamat mencoba!

JDI

Advertisements

5 Responses

  1. Saya baru cek ke broker saya, ternyata XIIT.JK kurang active di perdagangkan, jadi likuiditas kurang. Tadi pagi baru terjual 2 lot. Saya rencana mau beli 100 lot. Dengan situasi ini, saya jadi kwatir juga kalo suatu hari mau jual, bisa2 gak ada yang mau beli.

    • Tommy, rupanya broker anda belum begitu ngerti mengenai produk etf. Di secondary market kalau anda lihat ada terus continuous bid-offer sekitar Rp 50M s/d 100M Belum lagi di primary market yg praktis likuiditasnya sama dengan likuiditas pasar! Likuiditas tidak dihitung dengan lot kejadian saja.

  2. Pertanyaan lagi : Karena ETF diperdagangkan seperti saham, harganya ditentukan oleh supply and demand, sedangkan underlying saham2nya juga harganya ditentukan oleh supply and demand. Nah, kalo dua supply and demand ini gak syncron, gimana pergerakan harga ETF bisa sesuai dengan pergerakan index ?

    • No. Bukan begitu cara kerjanya. Akan balance. Karena mekanismenya proprietary Indopremier, saya tidak akan jawab di forum ini krn saya tidak tahu anda ‘true’ investor atau kompetitor yg sedang mempelajari produk ini. Mohon maaf. Tapi kalau masih penasaran, bisa di research di site premierreksadanaonline.com atau datang ke kantor kami untuk penjelasan lebih lanjut. Yang pasti hal2 seperti ini sudah di due dilligence oleh beberapa pihak: Bapepam, BEI, KPEI, Nasabah2 institusi yang sudah invest di atas Rp. 100M, asing dan lokal.

      • Terima kasih Pak John Item atas jawabannya. Nanti coba saya tanyakan lagi. Baru cek lagi, harga terakhir Rp 375 hari ini. Mungkin saya bisa beli 200 sampai 300 lot.

        Saya true investor, bukan kompetitor. Belum punya modal besar buat bikin ETF sendiri …:). BTW, saya pernah belajar CFA juga. Saham2 saya gak bisa ‘beat the market’, jadi give up. Mending follow the market ajah. Juga punya beberapa reksadana tradisional, yg index (S&P 500) dan yang non index. Yang non index gak bisa beat the market juga. Kalo IDX30 bisa bagus, saya akan likuidasi itu reksadana2 lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: