Danareksa Siapkan 3 Reksa Dana Baru

Kamis, 10/09/2009 05:51 WIB
Angga Aliya ZRF – detikFinance

Jakarta – PT Danareksa Investment Management berencana menerbitkan tiga produk reksa dana terproteksi dan dua reksa dana saham baru mulai bulan depan hingga hingga akhir tahun 2009.

Menurut Presiden Direktur Danareksa Investment Managements John D Item, anak usaha PT Danareksa (Persero) itu sudah mendapat tawaran dari tiga nasabah yang menyatakan siap membeli ketiga produk tersebut.

“Totalnya mencapai Rp 2 triliun. Sekarang kita lagi nego yield dan harga,” katanya usai buka puasa bersama di Gedung Danareksa, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (9/9/2009) malam.

Salah satu produk yang akan diluncurkan bulan depan itu bernama Danareksa Melati Optima XI, dengan jangka waktu tiga atau lima tahun. Penyertaaan minimal untuk produk tersebut sebesar Rp 1 juta.

“Kita harapkan bisa dapat dana lebih dari Rp 500 miliar dari produk itu,” ungkapnya.

Ia mengatakan, reksa dana terproteksi masih memegang peranan besar dalam total dana kelolaan anak usaha perusahaan plat merah itu, yaitu sebanyak 55 persen.

Hingga akhir Agustus, total dana kelolaan perseroan mencapai Rp 5,2 triliun. Dengan adanya tambahan dana dari ketiga produk ini, ia optimistis dana kelolaan perseroan bisa meningkat sampai Rp 7 triliun di akhir tahun 2009.

Selain reksa dana terproteksi, pihaknya juga berencana menerbitkan dua produk reksa dana saham yang diperkirakan meluncur bulan November 2009.

Namun ia mengatakan, dua produk tersebut baru akan menambah dana kelolaan Danareksa di tahun depan. Dengan begitu, ia mentargetkan dana kelolaan Danareksa bisa meningkat sebesar 10 persen di tahun 2010.
—————————————————————————————————-

Dana Kelola Syariah Danareksa Capai Rp320 M
Rabu, 9 September 2009 – 18:17 wib

Candra Setya Santoso – Okezone

JAKARTA – Danareksa Investment Management (DIM) berhasil mencatatkan total dana kelolaan berbasis Syariah melalui Danareksa Indeks Syariah (Dinar) per 9 September 2009 mencapai Rp320 miliar. Sedangkan, dana Kelolaan DIM mencapai Rp3,7 triliun.
Hal tersebut disampaikan Presiden Direktur DIM John D Item, dalam acara Start Your Investment in Sharia Fund dan Buka Puasa Bersama, di Gedung Danareksa, Thamrin, Jakarta, Rabu (9/9/2009).
Produk Dinar DIM ini memiliki replikasi portopolio dari 30 saham dalam Jakarta Islamic Index (JII) di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan komposisi aset transparan. Memiliki tracking error sebesar 0,11 persen dengan memiliki infaq pendidikan sebesar 0,1 persen.
“Saat ini masih sedikit sekali reksa dana di Indonesia yang dibuat untuk berinvestasi sekaligus berbagi dengan cara sesama dengan cara menyisihkan sebagian dari hasil investasinya,” ujarnya.
Danareksa Indeks Syariah (DINAR) merupakan salah satu reksa dana yang menyisihkan sebagian dari nilai aktiva bersihnya untuk infaq pendidikan kaum dhuafa. (ade)
—————————————————————————————————-
09/09/2009 – 17:52

Danareksa Investment Incar AUM Naik 10%

Susan Silaban

(inilah.com /Agung Rajasa)

INILAH.COM, Jakarta – Danareksa Investment Management (DIM) mengincar target dana kelolaan atau Asset Under Managemen pada 2010 naik 9%-10% dari target AUM pada 2009 sebesar Rp7 triliun.

Demikian diungkapkan Presiden Direktur DIM John D. Item pada acara buka puasa bersama di Jakarta, Rabu (9/9). “Pada 2010 kita optimis AUM bisa tumbuh lantaran kondisi global membaik, IHSG kembali pulih, dan berakhirnya pemilu dengan aman,” urai John.

Menurutnya, saat ini total dana kelolaan DIM sebesar Rp5 triliun dengan penyumbang utamanya adalah reksadana proteksi. Untuk komposisi portofolionya sebagai berikut sebanyak 55% reksadana proteksi dan 45% non proteksi. Nantinya, DIM akan fokus pada reksadana saham lantaran reksadana proteksi memiliki jatuh tempo sehingga menyebabkan dana kelolaan sempat naik turun. “Untuk posisi KPD kita sebesar Rp200 miliar dan reksadana mencapai Rp5,5 triliun,” ujarnya.

Ditambahkannya lagi, hingga akhir tahun, DIM akan menerbitkan 2-3 produk reksadana saham. DIM melirik reksadana saham karena saham-saham di lantai bursa kembali bergairah dan pulih. Namun, berapa persentasinya tergantung pada karakter investor yang berinvestasi di reksadana saham tersebut.

Selain itu, DIM juga tengah mempersiapkan reksadana terproteksi dengan mengincar dana sebesar Rp500 miliar dengan jatuh tempo selama 5 tahun dan diperuntukkan bagi institusi swasta dan institusi BUMN. “Hampir semuanya 100% bond govermance. Tidak memakai agen penjual karena reksadana khusus,” ungkapnya.

Menyoal dana kelolaan berbasis Syariah, hingga 9 September 2009, total dana kelolaan Syariah mencapai Rp320 miliar. DIM juga sudah memiliki reksadana Danareksa Indeks Syariah yang NABnya untuk infaq pendidikan kaum Dhuafa. [san/hid]
—————————————————————————————————–
Danareksa Luncurkan Lima Produk Reksa Dana

Kelima produk tersebut diharapkan bisa memperoleh nilai aktiva bersih Rp 3 triliun.

Kamis, 10 September 2009, 06:50 WIB

Hadi Suprapto, Syahid Latif

VIVAnews – PT Danareksa Investment Management berencana menerbitkan lima produk reksa dana pada tahun ini. Kelima produk tersebut diharapkan bisa memperoleh nilai aktiva bersih Rp 3 triliun pada 2010.

“Kami akan launching produk ini pada Oktober atau November, tapi penawarannya baru dilakukan tahun depan,” kata Direktur Utama Danareksa Investment Managements John D Item di sela buka puasa bersama di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu, 9 September 2009.

John menjelaskan, produk reksa dana pertama yang akan diperkenalkan adalah tiga produk reksa dana terproteksi dengan target aktiva bersih hingga akhir 2010 senilai Rp 2 triliun. Danareksa optimistis produk berjangka waktu 3-5 tahun tersebut akan laku terjual karena perusahaan telah menerima tawaran pembelian dari tiga calon investor.

Salah satu produk reksa dana terproteksi yang bakal meluncur dalam waktu dekat adalah Danareksa Melati Optima XI. Dana penyertaaan awal produk direncanakan minimal Rp 1 juta.

“Kami belum bisa mengungkapkan nama-nama calon investornya, selain itu kami juga masih menghitung return dan harga yang bisa diberikan,” ujarnya.

Produk reksa dana kedua yang bakal diterbitkan Danareksa adalah reksa dana saham sebanyak dua produk pada November mendatang. Reksa dana ini diharapkan bisa meraup aktiva bersih pada 2010 masing-masing Rp 500 miliar.

“Kedua produk ini akan diinvestasikan pada saham-saham yang memberikan return tinggi,” katanya.

Danareksa memproyeksikan, dana kelolaan atau asset under management tahun ini bisa mencapai Rp 7 triliun dari posisi saat ini Rp 5,2 triliun. Peningkatan itu terutama ditopang penerbitan reksa dana terproteksi baru.

Dari target total aset under management hingga akhir 2009 tersebut, Danareksa memperkirakan kontribusi terbesar berasal dari reksadana terproteksi sebesar 70 persen, diikuti reksa dana saham Rp triliun, dan sisanya produk reksa dana lainnya. Saat ini komposisi reksa dana terproteksi pada aktiva bersih sudah mencapai 55 persen.

hadi.suprapto@vivanews.com
—————————————————————————————————-

Kamis, 10 September 2009 | 07:37

PRODUK BARU REKSADANA

Danareksa Siapkan Tiga Reksadana Terproteksi

JAKARTA. Tidak mau ketinggalan dari manajer investasi lain, PT Danareksa Investment Management berencana menerbitkan tiga produk reksadana terproteksi serta dua produk reksadana saham di sisa tahun 2009 ini.

Salah satu produk yang sudah siap meluncur adalah Danareksa Melati Optima XI. Danareksa akan menempatkan seluruh dana investor produk ini di Surat Utang Negara (SUN). Produk reksadana ini akan memiliki tenor tiga atau lima tahun.

Rencananya, Danareksa mematok investasi minimal Rp 1 juta. Dari produk yang bakal meluncur Oktober 2009 ini, Danareksa berharap meraup tambahan dana kelolaan sekitar Rp 500 miliar.

Presiden Direktur Danareksa Investment Management John D. Item belum bersedia membeberkan dua produk lainnya. Namun, ia mengaku telah mendapat komitmen dari tiga investor utama.

Total nilai dana dari ketiga investor ini mencapai Rp 2 triliun. “Saat ini, kami sedang dalam tahap negosiasi mengenai imbal hasil dan harganya,” katanya, Rabu (9/9).

Sementara untuk waktu penerbitan reksadana saham, Danareksa menargetkan paling cepat November 2009. Karena itu, Danareksa tidak terlalu berharap banyak dana kelolaan dua reksadana ini akan menyumbang signifikan pada total dana kelolaan. “Kami berharap, dana kelolaannya bisa bertambah tahun depan,” ujar John.

Direktur Danareksa Investment Management Prihatmo Hari menambahkan, DIM memang bermaksud mengurangi porsi dana kelolaan reksadana terproteksi. Kini, porsi dana kelolaan reksadana terproteksi mencapai 55% dari total dana kelolaan DIM.

Caranya, mereka akan meningkatkan dana di reksadana saham. DIM yakin, kinerja bursa saham Indonesia semakin baik tahun depan.

Dengan peluncuran sejumlah produk baru, DIM optimistis bisa mencapai target dana kelolaan Rp 7 triliun tahun ini. Apalagi, per 9 September kemarin, total dana kelolaannya sudah mencapai Rp 5,2 triliun. Tahun depan, DIM berharap dana kelolaannya akan tumbuh sekitar 10% dari target tahun 2009.
—————————————————————————————————-
Rabu, 09/09/2009 20:09 WIB

Danareksa targetkan dana kelolaan tumbuh

oleh : Irvin Avriano

JAKARTA (bisnis.com): PT Danareksa Investment Management menargetkan dana kelolaan perusahaan tumbuh dari posisi saat ini sekitar Rp5 triliun menjadi Rp7 triliun pada akhir tahun.

Dirut Danareksa Investment John David Item mengatakan perusahaan berniat menerbitkan sedikitnya dua reksa dana saham dan tiga reksa dana terproteksi hingga akhir tahun untuk mencapai peningkatan dana kelolaan tersebut.

“Kami prediksikan reksa dana saham dapat menambah Rp1 triliun dana kelolaan hingga tahun depan, sedangkan reksa dana terproteksi dapat menyumbangkan hingga Rp2 triliun,” ujarnya kepada pers.

Dia menjelaskan ketiga reksa dana terproteksi tersebut akan diterbitkan perusahaan pada Oktober hingga November tahun ini yang memiliki waktu jatuh tempo selama 3 tahun–5 tahun.

Dari jumlah dana kelolaan Rp5 triliun, produk reksa dana terproteksi menyumbangkan 55% dari total dana kelolaan, sedangkan dari sisanya sekitar Rp1 triliun berupa reksa dana saham. Sisanya, lanjut John, merupakan reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, dan campuran.

Menurut dia, IHSG pada akhir tahun ini dapat mencapai level 2.600–2.700, sedangkan akhir tahun depan indeks saham dapat mencapai level 3.000. Danareksa Investment, tuturnya, sedang menggalakkan penjualan reksa dana yang menjadikan indeks sebagai acuan, yaitu Danareksa Indeks Syariah (Dinar).

Reksa dana yang mengacu pada Jakarta Islamic Index itu menyumbangkan sebagian nilai aktiva bersihnya untuk pendidikan kaum dhuafa dengan memanfaatkan momentum Ramadhan. Untuk tahun ini, tutur John, reksa dana syariah tersebut menyumbangkan infaq pendidikan kepada SD dan SMP Ittiqon di Muara Kapuk, dan SLB Guna Bangsa serta SLB Abdi Gumelar.

John David Item menggantikan Priyo Santoso sebagai pejabat direktur utama Danareksa Investment, anak usaha BUMN PT Danareksa (Persero) yang bergerak di bidang pengelolaan investasi.

“[Keputusan itu] sudah disetujui oleh Bapepam-LK dan RUPS [yang digelar] pada 27 Agustus lalu, [tetapi] saya juga masih menjabat sebagai komisaris di Danareksa Investment,” ujar Priyo melalui layanan pesan singkat pekan ini.

Dia menjelaskan dirinya menjabat komisaris bersama Muhammad Hanif yang menjabat sebagai Komisaris Utama Danareksa Investment. Selain sebagai komisaris Danareksa Investment, Priyo menjelaskan saat ini dirinya juga sudah aktif bekerja di Divisi Manajemen Risiko Danareksa (Persero). (tw)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: