Comparison and selection of investment projects: A new standardized risk measure

Standaridized risk measurement terus berusaha diperbaiki. Perhatikan juga topik mengenai semi-variance Markowitz dimana dia mengatakan semi-variance theoretically more robust than variance (atau saudaranya, standard deviasi).

ABSTRACT

On the basis of drawdown criterion and investors’ target return, a new risk measure called the standardized risk measure is presented in this paper. It is a relative quantity, which defined as the expected loss of value in the required target return divided by the maximum expected loss of value when the probability of failure is guaranteed under the standardized distribution of investment return. The definition is promising and superior to the traditional risk measure in that it readily makes the comparison of different investments be fairly easy and convenient regardless of their currency denominations, given that their return distributions belong to a category with identical standardized distribution.

INTRODUCTION

The risk quantity of a project is a critical index for risk investment. Whether it is measured properly is fairly important. The traditional method of measuring risk is to define it as the fluctuation of investment return at its expectation. In other words, if the investment return R is a random variable, the variance of R is given as [sigma]^sup 2^(R) = E[(R-E(R))^sup 2^], or the standard deviation [sigma](R) is used as the risk measure. This measure has three drawbacks. First, risk generally means that when an investment is taken, the return target required by investors may not be reached. The traditional method unreasonably fixes the mean of return E(R) as the target. Second, the traditional method uses the “fluctuation” to measure risk. Thus the upward fluctuation that is actually what the investors want is calculated into the risk as the downward fluctuation is done. This is not reasonable as well (see [2], [3]). Third, investments are often multi-period. For example, suppose that initial price of a financial security is P (O), holding this asset until the nth period, its price in nth period is P (n). Then the relative return of investment over n periods is Continue reading

Advertisements

ETF dan Pasar Modal

Dari Kompas.

Analisis Danareksa
ETF dan Pasar Modal
Senin, 10 Maret 2008 | 01:41 WIB
Oleh Ernawan Salimsyah
Sejak 18 Desember 2007, pilihan efek untuk berinvestasi bagi investor di Bursa Efek Indonesia semakin bervariasi dengan dicatatkannya dan diperdagangkannya dua reksa dana. Efek reksa dana berjenis seperti ini dikenal sebagai exchange traded fund atau ETF. Peluncuran dua ETF ini, mengacu pada indeks LQ45 dan SUN, telah menandai dimulainya sejarah industri ETF di Indonesia. Continue reading

Delta Neutral Strategi Yang Jitu?

Di dunia trading options, tidak ada strategi yang paling jitu. Yang ada adalah strategi yang paling cocok dengan toleransi risiko atau temperamen anda. Setiap strategi options mengandung kekuatan maupun kelemahan.  Tidak ada strategi yang selalu untung di situasi pasar yang berubah. Kunci sukses di options trading adalah dengan menerapkan strategi yang cocok dengan situasi pasar. Masalahnya, situasi pasar berubah terus secara kontinyu. Akibatnya, banyak traders yang rugi karena menerapkan strategi yang salah. Tidak ada yang namanya “Instant Expert” di options trading.  Perlu pengalaman yang memadai untuk suskes.  Kalaupun anda untung banyak walaupun baru bermain sesaat di options market, faktor keberuntungan mungkin lebih berperan dalam hal ini. Tunggu beberapa bulan lagi, kemungkinan besar hasilnya akan berubah.

Rekan saya bingung, kenapa dia kalah terus. Strategi yang dia terapkan – “Delta Neutral” – seharusnya untung karena secara teori, kalau pasar bergerak, posisi delta neutral dia akan untung. Pasar sudah bergerak, tapi kenapa dia masih rugi?

Inilah contoh bagaimana “imperfect understanding” atau pengetahuan parsial (hanya sebagian) dari seorang trader bisa berakibat buruk. Rekan saya, yang sebenarnya cukup sophisticated, seorang fund manager, lupa bahwa trading options adalah trading di multi dimensi. Bukan trading di satu dimensi saja (harga), seperti trading saham. Di options, anda secara tidak langsung trading di : harga, waktu, volatilitas dan suku bunga. Posisi dia mungkin saja delta neutral (harga netral), akan tetapi bisa saya pastikan, posisi dia tidak netral secara volatilitas, waktu maupun suku bunga. Akibatnya, pergerakan harga yang dia harapkan akan menguntungkan posisinya (posisi dia delta neutral, long gamma), ter offset oleh time decay dan  volatilitas yang menurun. Jadinya, rugi! Bahasa teknisnya, posisi dia: delta neutral, lomg gamma, short theta dan long vega.

Moral of the story: hati-hati trading options.  Tidak semudah yang anda bayangkan seperti yang diberikan di seminar-seminar options yang kian menjamur. Kalau pengetahuan anda tanggung-tanggung saja, kemungkinan besar anda akan rugi dalam jangka panjangnya.

Just my 2 cents.

Sharpe Ratio – Indikator Yang Ampuh?

Sharpe ratio sering digunakan para Analyst untuk mengukur bagus atau tidaknya suatu Fund, Reksadana misalnya. Suatu Fund yang memiliki Sharpe Ratio yang tinggi konon disebut sebagai Fund yang baik, karena memiliki risk adjusted return yang baik (tinggi). Peringkat Reksadana pun sering menggunakan Sharpe Ratio sebagai salah satu faktor penentu. Masalahnya, penghitungan risiko Reksadana dalam formula Sharpe Ratio ini menggunakan standar deviasi. Penggunaan standar deviasi bisa sangat merugikan Fund yang menghasilkan return yang tinggi. Coba bayangkan:

Return Fund A / bulan : 1%, 1%, 1%, 1%, 1%,1%,1%,1%,1%,1%.

Return Fund B / bulan: 1%, 2%, 3%, 5%,1%,7%,2%,5%,8%,2%.

Total return Fund A 12 bulan = 12.68%

Total return Fund B 12 bulan = 42.05%

Fund A Sharpe Rationya (tak terhingga) jauh lebih tinggi dari Fund B (hitung saja sendiri), walaupun returnnya jauh dibawah Fund B.

Akibatnya, berdasarkan Sharpe Ratio ranking Fund A diatas Fund B.

Sharpe Ratio bisa menghukum funds yang kinerjanya tinggi. Akibatnya, banyak yang mencari indikator alternatif, misalnya Jensen Alpha, Sortino dsb.