Snake-Bit dan Reksadana Pendapatan Tetap (Fixed Income)

Setelah mengalami kerugian di investasi instrumen tertentu, biasanya dikemudian hari investor akan menghindari instrumen tersebut, menganggap instrumen tersebut beresiko tinggi.

Hal ini menurut teori behavioral finance disebut sebagai snake-bit effect (dampak gigitan ular). Snake-bit effect mengakibatkan investor cenderung menghindari resiko. Sangat sulit untuk meyakinkan investor tersebut untuk kembali membeli instrumen yang sama, walaupun prospek instrumen tersebut sangat baik. Efek ini jugalah yang menyebabkan investor sering ketinggalan kereta. Setelah harga instrumen tersebut sudah naik dengan pesat, baru mereka percaya dan mau mulai membeli. Akibatnya, investor sering terjebak dalam lingkaran beli di harga tinggi, jual diharga rendah.

Fenomena ini sering kita lihat di industri reksadana. Pada saat investor seharusnya membeli, mereka masih menunggu. Pada saat investor lain mulai menjual (karena harga sudah tinggi), mereka mulai membeli. Akibatnya, sering instrumennya yang dipermasalahkan. Padahal, selain instrumennya yang mungkin tidak cocok, proses pembuat keputusan investasi mereka juga perlu ditinjau kembali. Mungkin saja ada faktor “snake-bit effect.”

Kita ketahui di tahun 2005, pada saat reksadana fixed income (pendapatan tetap) NABnya mulai tertekan, investor berbondong-bondong menjual reksadana pendapatan tetap (fixed income) mereka di harga yang rendah, karena khawatir NAB (nilai aktiva bersih) reksadana pendapatan tetap (fixed income) mereka akan merosot terus. Sedikit yang mereka pahami bahwa aksi jual berbondong-bondong ini justru yang menekan penurunan NAB reksadana lebih dalam. Dan mungkin banyak yang belum paham bahwa harga obligasi memang bisa turun atau naik. Tapi jika saat jatuh tempo, obligasi tersebut nilainya akan kembali ke 100, dengan asumsi perusahaan penerbit obligasi tidak ada masalah kredit. Pada saat itu, secara umum, tidak ada masalah kredit di industri kita. Yang ada adalah peningkatan suku bunga yang menyebabkan harga-harga obligasi turun. Itu memang karakter instrumen obligasi. Suku bunga naik, harga obligasi turun. Akan tetapi,sekali lagi, jika tidak ada masalah kredit, harga obligasi akan kembali ke 100 lagi. Jadi, seharusnya investor tidak usah panik. Yang terjadi saat itu, investor menjual reksadana mereka pada saat banyak obligasi berada di harga 70 sampai 80. Sungguh sayang.

Karena kerugian diatas, investor jadi jera dengan
reksadana pendapatan tetap (fixed income). Hanya beberapa yang masih berani dan tetap investasi di reksadana tersebut. Sebagian besar kena snake-bit effect. Padahal, kalau diperhatikan dengan lebih jeli, pada saat itu ada dua faktor utama kenapa reksadana pendapatan tetap (fixed income) kinerja kedepannya akan sangat baik. Pertama, suku bunga yang tinggi jelas tidak akan terus menerus, tren kedepannya akan turun. Tentunya kita sudah tahu efek terhadap nilai obligasi kalau suku bunga turun. Kedua, kalaupun suku bunga tetap tinggi, nilai NAB/unit reksadana fixed income akan meningkat karena harga obligasi-obligasi didalam portfolio reksadana akan menuju 100 (dari 70 atau 80), seiring dengan makin dekatnya obligasi-obligasi tersebut ke jatuh tempo. Tapi, snake-bit effect menyebabkan banyak investor tidak mau melirik reksadana pendapatan tetap (fixed income). Padahal prospeknya sangat baik. Kenyataannya di tahun 2006, reksadana pendapatan tetap (fixed income) kinerja rata-ratanya jauh melebihi deposito. Sayangnya, banyak yang ketinggalan kereta.

Sebagai catatan tambahan, di Danareksa Investment Management, tempat saya bekerja, kita juga mengalami redemption yang hebat. Nilai kelolaan aset kita turun dari 10 trilyun lebih menjadi hanya 1 trilyun lebih. Tapi, untungnya, tidak seperti banyak manajer investasi lainnya, kita tidak pernah gagal bayar. Prudent portfolio management serta seleksi obligasi-obligasi yang ratingnya bagus menyelamatkan kita dari malapetaka reksadana pendapatan tetap (fixed income) di tahun 2005.

Advertisements

2 Responses

  1. Salam kenal,bro.
    Ketemu blog ini lewat blog-nya bro Dunk.

  2. klo mu daftar rdpt tuk skarang dmana yah………
    dana awal brapa yah…..minimal….
    mklum pemula…………….

    almat email fadiel_young@yahoo.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: