Prostate Cancer : Opting to track, not treat, early prostate cancer

By LAURAN NEERGAARD | AP – Tue, Dec 20, 2011WASHINGTON (AP) — John Shoemaker visited six doctors in his quest to find the best treatment for his early stage prostate cancer — and only the last one offered what made the most sense to the California man: Read more »

ETF dan Risiko

Banyak yang bertanya ke saya, apa sih risiko etf itu? Untuk menjawab pertanyaan seperti ini, saya biasa menggunakan beberapa metaphor. Ini adalah bagian pertama dari beberapa tulisan (seri) mengenai ETF yang akan saya posting di blog ini beberapa bulan kedepan.

Bayangkan jika anda dihadapi 2 pilihan:
1. Nonton di bioskop Mal yang pintunya tidak terkunci (bisa dibuka/ditutup setiap saaat).
2. Nonton  di bioskop Mal yang pintunya hanya bisa dibuka sebelum film diputar, terkunci pada saat film diputar, baru bisa dibuka kembali setelah pemutaran film selesai.

Menurut anda, bioskop mana yang lebih nyaman, dari segi risiko, misalnya risiko terjadi kebakaran? Read more »

Produk Reksadana Premier ETF LQ 45 Diluncurkan kembali

Tribunnews.com – Kamis, 8 Desember 2011 14:42 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pasar modal sejauh ini juga sangat berperan dominan dalam menunjang pembiayaan pertumbuhan ekonomi Indonesia, agar dapat tumbuh secara solid, sehingga dapat mencapai tinglat pertumbuhan yang diharapkan.

Pada kesempatan peluncuran kembali Premier ETF LQ 45 yang berlangsung di Hotel Shangrila, Kamis (08/12/2011), Presiden Direktur PT Indo Primier Investment Management (IPIM), John D Item mengajak partisipasi masyarakat Indonesia dalam berinvestasi di instrument Pasar Modal, agar kita tidak menjadi tamu di rumah sendiri.

Salah satunya untuk dapat menarik modal investor asing maupun domestik dengan melalui Exchange Traded Fund (ETF).Seperti yang dilakukan oleh investor asing saat melakukan investasi di suatu negara yang belum dikenal , pada umumnya mereka akan masuk melalui ETF.

ETF merupakan produk investasi berbentuk reksadana, dengan keunggulan dapat diperjual belikan di bursa layaknya bertransaksi saham biasa. Keuntungan bagi investor institusi maupun ritel, sebagai bagian dari strategi berinvestasi.

Peluncuran ETF yang mengacu pada index LQ 45 (PRIMIER ETF LQ 45).kirang berkembang di Indonesia, sehingga untuk lebih menarik investor di dalam negeri maupun asing . PT IPIM meluncurkan kembali PREMIER ETF LQ 45.

John , optimis ETF akan berkembang menjadi salah satu produk investasi unggulan dan menjadi sarana mudah dan murah bagi bagi investor asing maupun domestic untuk masuk ke pasar modal Indonesia. Jika kita percaya Indonesia akan menjadi ekonom terbesar ke 6 di dunia, kenapa kita tidak berinvestasi pada pertumbuhan GDP Indonesia dengan cara membeli ETF LQ 45.

ETF LQ 45 yang saat ini diperdagangkan di bursa dengan kode saham R LQ 45 X menurut Direktur Indo Primier Sekuritas, Noviono, dapat dibeli melalui layanan Indo Primier Online Trading (IPOT), maupun melalui broker manapun di pasar skunder.

Dikatakan Noviono, satu basket berisi 45 saham saat ini hany amembutuhkan investasi Rp 60 juta, tapi jika dibeli dalam bentuk satuan lot hanya berinvestasi sebesar Rp 330.000. Selain itu, produk lama PREMIER ETF LQ 45 dalam kemasan baru juga menawarkan otomatisasi dan kemudahan dalam mengakses pasar modal bagi investor lokal maupun asing melalui kekuatan teknologi IPOT.

Penulis: Budi Prasetyo | Editor: Budi Prasetyo

Indo Premier luncurkan reksadana ETF LQ-45

Kamis, 8 Desember 2011 19:12 WIB

Jakarta (ANTARA News) – PT Indo Premier Investment Management meluncurkan kembali produk reksadana Premier ETF LQ45 untuk menarik dana masyarakat berinvestasi di pasar modal.

Presdir PT Indo Premier Investment Management (IPIM), John D Item, di Jakarta Kamis mengatakan, pasar modal telah memberi peran yang dominan dalam menunjang pembiayaan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Oleh karena itu, lanjut dia, partisipasi masyarakat untuk berinvestasi di instrumen pasar modal sangat penting agar Indonesia bisa mencapai tingkat pertumbuhan yang diharapkan.

“Salah satu cara untuk menarik modal investor asing maupun domestik melalui Exchange Traded Fund (ETF),” katanya. Investor asing, lanjut dia, umumnya masuk berinvestasi pada pasar modal di suatu negara melalui ETF.

ETF merupakan produk investasi berbentuk reksadana, dengan keunggulan dapat diperjualbelikan di bursa layaknya bertransaksi saham biasa. Keuntungan bagi investor institusi maupun ritel, ETF bisa menjadi bagian dari strategi berinvestasi.

Produk reksa dana PREMIER ETF LQ 45 mengacu pada index LQ 45 yang berisi 45 saham dengan kapitalisasi tertinggi. Produk tersebut sebelumnya kurang berkembang di Indonesia. Namun, seiring dengan membaiknya perekonomian Indonesia IPIM meluncurkan kembali dalam bentuk PRIMIER ETF LQ 45.

John optimis ETF tersebut akan berkembang menjadi salah satu produk investasi unggulan, karena produk reksadana tersebut menjadi sarana mudah dan murah bagi bagi investor asing maupun domestik untuk masuk ke pasar modal Indonesia.

“Jika kita percaya Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-6 di dunia, kenapa kita tidak berinvestasi pada pertumbuhan GDP Indonesia dengan cara membeli ETF LQ 45,” katanya. PREMIER ETF LQ 45 saat ini diperdagangkan di bursa dengan kode saham R LQ 45 X.

Menurut Direktur Indo Premier Sekuritas, Noviono, produk tersebut dapat dibeli melalui layanan Indo Premier Online Trading (IPOT), maupun melalui broker (perantara) manapun di pasar sekunder. Satu keranjang (200 lot) produk tersebut berisi 45 saham dengan harga mencapai sekitar Rp60 juta di pasar primer.

Namun, produk tersebut juga bisa dibeli di pasar sekunder dengan harga Rp330.000 per lot. Selain itu, produk lama PREMIER ETF LQ 45 dalam kemasan baru juga menawarkan otomatisasi dan kemudahan dalam mengakses pasar modal bagi investor lokal maupun asing, melalui kekuatan teknologi online (IPOT).

(R016/B012)

Editor: Suryanto


Yahoo! Finance
Quote for TLK/

10 Mantan Atlet Dapat Penghargaan

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 10 mantan atlet yang mampu berprestasi setelah tidak aktif lagi sebagai atlet mendapat penghargaan dari pemerintah berupa lencana emas. Penghargaan tersebut akan diserahkan dalam acara peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas), Jumat (9/9/2011), di Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Menpora Andi A Mallarangeng, Kamis (8/9/2011), menuturkan, penghargaan tersebut diberikan kepada mantan atlet yang hidupnya sukses setelah pensiun sebagai atlet. “Pemberian penghargaan ini penting untuk memberikan inspirasi kepada atlet-atlet yang lain,” katanya.

Menurut Andi, penghargaan tersebut baru pertama kali diberikan tahun ini. Pada tahun-tahun berikutnya, diharapkan jumlah mantan atlet yang mendapat penghargaan lencana emas itu semakin bertambah.

Adapun 10 mantan atlet yang mendapat penghargaan tersebut adalah Utut Adianto (catur), Rudi Hartono (bulu tangkis), Susi Susanti (bulu tangkis), Purnomo (atletik), John D Item (renang), Budi Dharma Sidi (atletik), Tan Joe Hok (bulu tangkis) , M Sarengat (atletik), Leane Suniar (panahan), dan Ricard Samberra (renang).

Para mantan atlet itu sekarang sukses dengan kariernya masing-masing, ada yang menjadi pengusaha, menjadi manajer, dokter, dosen, dan sebagainya.

http://olahraga.kompas.com/read/2011/09/08/20343080/10.Mantan.Atlet.Dapat.Penghargaan

Black Swan, Fat Tail dan Risiko Tak Terduga

Krisis tahun 2008 kembali membuktikan ketidak becusan risk management model yang digunakan oleh bank2, investment banks dan institusi keuangan lainnya. Padahal, ketidak beresan ini sudah ter exposed sejak tahun 1990an, terutama sejak jatuhnya LTCM (Long Term Capital Management) , hedge fund ternama yang dijalankan oleh mantan bos Salomon Brothers – John Merriwheter di backup beberapa staff bertitel Phd dibidang Finance, Ekonomi maupun Matematika., termasuk pemenang Nobel Robert Merton dan Myron Scholes.

Masalah utama dari model yang digunakan, seperti model-model lainnya, adalah dari asumsi yang digunakan. Pasar diasumsikan bergerak secara random walk, hari ke hari pergerakannya independent dan distribusi return hariannya terdistribusi secara normal. Dengan asumsi ini. Probabilitas pasar akan turun 8 hari berturut-turut jadinya = 0.5 pangkat 8 atau sama dengan 0,00396, suatu hal yang sangat kecil sekali kemungkinannya.

Padahal, seperti kita ketahui, dipasar sering terjadi positive feedback.. Harga turun kemarin, diikuti penurunan lagi hari ini dan bisa membawa penurunan lagi dikemudian hari , dan seterusnya. Dengan kata lain, pergerakan pasar dari hari ke hari tidak independent. Terutama pada saat krisis, terdapat serial correlation pergerakan harga dari hari ke hari. Akibatnya, risikonya tidak sekecil seperti yasng diperhitungkan oleh model yang menggunakan asumi distribusi normal.

Faktanya pergerakan pasar tidak mengikuti distibusi normal. Karena ada positive feedback distribusinya lebih berbentuk fat tail. Akibatnya, probabiitas (kemungkinan) kejadiannya jadi lebih besar. Hal ini yang sering tidak terdeteksi kebanyakan model risk management . Makanya banyak yang sering terkejut pada saat krisis terjadi. Black Swan sering di under estimate.

Value Averaging

Jika anda suka dengan strategi Dollar Cost Averaging (DCA), kemungkinan besar anda akan suka juga dengan strategi Value Averaging (VA). Sama dengan DCA, VA juga adalah strategi berdasarkan formula, tidak perlu anda pusing-pusing menebak kemana pasar akan bergerak, ikuti saja formulanya. Perbedaan utama dari kedua strategi adalah jika dengan DCA anda akan menginvestasikan uang anda secara konstan nilainya (misalnya Rp. 1 juta) per bulan, minggu atau per hari, baik jika pasar turun ataupun naik, maka dengan VA, nilai investasi per periodenya bisa berubah-ubah. Bahkan adakalanya, jika pasar naik drastis, anda tidak perlu menginvestasikan uang anda lagi, malahan formula VA akan mengintruksikan anda untuk ambil untung (profit taking). Jadi jika DCA mengharuskan anda untuk beli, beli dan beli di pasar naik ataupun turun dengan nilai rupiah yang konstan (unit berubah-ubah sesuai harga pasar), VA tidak mengharuskan anda untuk beli setiap saat. Ada kalanya jual malah dianjurkan oleh VA, terutama jika pasar naik tinggi. Inilah daya tarik VA, karena lebih cocok dengan psikologis investor. Karena, jika pasar naik tinggi, bukankah lebih baik jual sebagian daripada tambah lagi investasi anda?

Jika pasar turun, maka tingkah laku VA mirip dengan DCA. Dua-duanya akan menganjurkan anda untuk membeli. Bedanya, VA akan lebih agresif membeli, sementara itu DCA tetap menganjurkan pembelian dengan konstan Rupiah (misalnya Rp 1 juta per bulan).

Di pasar saham yang nota bene bias positif , kecenderungan naik lebih besar dari kecenderungan turun, VA secara teoritis akan mengalahkan DCA. Namun jika krisis pasar berkepanjangan, jelas DCF akan outperform VA gara-gara si VA akan beli secara agresif jika pasar turun. Tapi, sekali lagi, dalam jangka panjangnya, di pasar yang bias positif, VA seharusnya mengalahkan DCA Hasil-hasil riset di pasar modal dunia juga menunjukkan VA lebih baik dari DCA maupun strategi buy and hold. Bagaimana di Indonesia? Read more »

Reksadana Online – Control Your Investment Destiny to Prosperity

Mantan bos General Electric Jack Welch pernah berkata; Control your destiny, or some one else will. Artinya: kendalikanlah masa depan anda, kalau tidak, orang lain yang akan mengendalikan masa depan atau hidup anda. Suatu saran yang bijak. Namun fakta membuktikan bahwa sebagian besar orang hidupnya dikendalikan oleh berbagai faktor. Jika anda masih bekerja, maka bos ataupun rekan kerja anda, setidak banyak bisa mempengaruhi nasib atau karir anda. Pengusaha hidupnya dipengaruhi oleh nasabahnya, pesaingnya, ataupun regulator. Demikian juga dengan investasi pribadi anda. Banyak faktor yang bisa mempengaruhi kinerjanya, antara lain:

1. Aksi beli-jual jutaan investor akan menentukan pasar atau saham akan naik atau turun.
2. Aksi korporasi emiten seperti right issue, pembagian dividen, ganti manajemen dsb dapat mempengaruhi harga saham sehingga bisa menjungkir balikan perhitungan anda
3. Laba perusahaan juga sulit untuk diprediksi secara akurat karena banyak faktor yang mempengaruhinya.
4. Perkembangan ekonomi dan bursa global bisa mempengaruhi pergerakan bursa lokal.
5. Perkembangan politik dalam dan luar negeri, jelas akan mempengaruhi pergerakan bursa.
6. Dan sebagainya.

Faktor-faktor tesebut diatas biasanya diklasifikasikan kedalam 2 kategori risiko:
1. Unsystematic risk atau risiko spesifik –risiko yang berhubungan langsung terhadap suatu aset atau perusahaan (misalnya point 2, 3)
2. Systematic risk – risko yang dihadapi seluruh pelaku pasar.(poin 1, 4, 5).

Namun, bukan berarti anda jadi hopeless (tidak ada harapan) sehingga tidak bisa mengendalikan investasi anda. Ada beberapa teknik yang bisa anda gunakan.
Risiko spesifik (unsystematic risk) biasanya dikontrol melalui diversifikasi. Cara diversifikasi paling mudah bagi investor adalah melalui investasi di reksadana.
Tapi, seperti anda ketahui, walau sudah terdiversifikasi, reksadana, terutama reksadana saham, tetap saja bisa turun secara signifikan. Hal ini terjadi terutama karena adanya aturan yang mengharuskan suatu reksadana saham untuk menjaga minimum 80% eksposur di saham, walaupun harga-harga saham.turun drastis.

Risiko sistematis pasar ini mungkin masih terlalu besar bagi anda sehingga mungkin jadi kurang nyaman jadinya.. Tapi, hal inipun bisa anda kendalikan. Caranya adalah melalui time diversification, diversifikasi waktu kapan anda membeli atau menjual reksadana. Strategi diversifikasi waktu yang populer adalah strategi Dollar Cost Averaging (DCA). Strategi ini memang di design untuk memanfaatkan pasar saham yang berfluktuatif.

Dengan portfolio yang lebih terkendali risko sistematis dan risko spesifiknya, anda bisa tidur lebih tenang. Risiko memang masih ada, namun sudah jauh berkurang.

Diversifikasi portofolio melalui reksdana dikombinasikan dengan diversifikasi waktu melalui strategi Dollar Cost Averaging merupakan strategi yang sangat powerful (jitu) bagi perkembangan investasi anda di pasar modal. Dengan metode ini, anda lebih memegang kendali atas kinerja portofolio investasi anda.

Lebih hebat lagi jika implementasi metode ini anda lakukan melalui reksadana online. Anda akan benar-benar memegang kendali atas seluruh investasi anda. Tidak ada yg mempengaruhi anda untuk kapan membeli dan kapan menjual. Semua dikendalikan oleh anda. You are in full control . Cukup dengan satu atau dua click computer anda. Dimana saja, kapan saja. Murah, efisien, efektif dan tentunya, sangat nyaman (convenient). Read more »

Reksadana Online – The New Frontier

Investasi di pasar modal menjadi semakin mudah dan convenient (nyaman) sejak adanya jasa transaksi on-line yang disediakan oleh beberapa broker lokal, termasuk Danareksa Sekuritas. Akan tetapi bagi mereka yang sibuk, tidak bisa melototi investasi mereka setiap saat tapi tetap ingin berinvestasi di pasar modal secara on-line, kini ada alternatif lain yang lebih cocok: Reksadana Online. Saat ini , setahu saya, hanya tempat saya bekerja (Daareksa Investment Management) yang menyediakan “full service” transaksi reksadana secara on-line. Fitur menarik dari jasa ini:
1. Hanya dengan Rp. 100.000 (seratus ribu) minimum investasi, anda sudah dapat menikmati jasa ini.
2. Transaksi dan akses bisa dilakukan kapan saja, dimana saja.
3. Informasi portofolio anda dapat diakses kapan saja, dimana saja.
4. Pembayaran dapat dilakukan dari hampir seluruh ATM di Indonesia.
5. Subscription fee = 0 (bebas biaya subscription).
6. Produk Reksadana yang komplit : Pasar Uang, Obligasi (pendapatan tetap) dan Saham, dikelola oleh Manajer Investasi yang profesional
7. Informasi dan riset terkini (bagi mereka yang total investasinya mencapai jumlah tertentu).
8. Danareksa Investment Management adalah Perusahaan Manajer Investasi Pertama di Indonesia, pelopor diterbitkannya produk2 Reksadana, 100% dimiliki oleh P.T. Danareka Persero. P.T. Danareksa Persero sendiri adalah BUMN, 100% dimiliki oleh Departemen Keuangan Republik Indonesia.
9. Dsb.

Tertarik? Bisa anda click Reksadana Online untuk transaksi/investasi reksadana. Untuk transaksi saham, bisa click D’one

Setahu saya, belum ada perusahaan lain yang menawarkan kombinasi dua jasa ini : saham dan reksadana.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.